Internet terbelah menjadi dua

Benarkah Internet Akan Terbelah Menjadi Dua?

Diposting pada

Benarkah Internet Akan Terbelah Menjadi Dua?. Yang namanya internet pasti susah kan dipisahin dari kalian? Di internet kalian bisa cari infromasi, berbelanja, dan cari hiburan pun juga bisa. Kini, internet sangat berkembang pesat dan menjadi media penghubung miliaran penduduk di bumi ini.

Perlu diketahui, Internet adalah penemuan besar yang dapat mengubah dunia ini sob. Pada awalnya sih internet diciptakan untuk penghubung antar komputer sebagai penelitian, namun saat ini internet malah menjadi hal yang tak terpisahkan dari manusia di era digital ini.

Internet terbelah menjadi dua

Internet Akan Terbelah Menjadi Dua?

Banyak pihak menyatakan bahwa internet akan mengalami perubahan besar di masa depan. Salah satunya dari mantan CEO Google, Eric Schmidt yang meramalkan masa depan Internet. Ia menyatakan ramalannya bahwa internet akan terbelah dua di masa mendatang, yang masing-masing akan dipimpin oleh China dan Amerika Serikat.

Eric menyatakan ramalan itu karena menjawab pertanyaan tentang apakah ada sebuah peluang internet yang akan terbagi menjadi dua karena perbedaan regulasi. Eric juga menyatakan bahwa China berhasil mengembangkan potensi ekonomi yang luar biasa melalui internet.

Namun, ia merasa kawatir jika Internet dikuasai oleh China. Eric merasa kawatir dan menganggap bahaya jika China menguasai internet karena layanan online itu akan senada dengan regulasi yang diterapkan oleh China dengan kontrol dan sensornya.

Faktanya, China dikenal memiliki industri digital yang didominasi oleh perusahaan digital dalam negeri seperti Baidu Browser, Weibo, Alibaba dan masih banyak lagi. China pun berani memblokir aplikasi populer seperti facebook, whatsapp, dan twitter.

Internet terbelah menjadi dua

Sangat berbeda dengan negara lainnya. Di China, Google pun tidak dapat berkutik. Bukannya tak mau beroperasi di China, akan tetapi Google merasa kewalahan dengan regulasi ketat yang diterapkan oleh China. Namun, belakangan ini Google mengembangkan sebuah proyek yang bernama “Project Dragonfly”, yakni sebuah program yang mempunyai sensor agar sesuai dengan regulasi yang diterapkan China. Dengan proyek itu, Google berharap bisa diterima kembali di China.

Perlu diketahui, Google adalah search engine yang sangat populer. Namun, setelah beberapa kali China memberi peringatan dan menyensor Google, akhirnya pada tahun 2014 Pemerintah China benar-benar memblokir Google. Semua layanan dari Google seperti Gmail, GoogleDrive ataupun GooglePlus tidak bisa diakses sama sekali.

Baca Juga: Kok Bisa? Laba Apple Tiga Kali Lipat Gabungan Xiaomi, Oppo, dan Huawei?

Apa perlu juga negara kita Indonesia meniru tindakan China tersebut? Apa tanggapan kalian mengenai Pemerintah China yang berani memblokir facebook, google, whatsapp dan kawan-kawannya?

Sekian dari artikel saya, semoga hal yang saya bagikan bermanfaat bagi kalian semua. Dan juga jika merasa bermanfaat kalian dapat bagikan artikel ini ke saudara atau teman dekat kalian.

Terimakasih.

 

Sumber: teknologi.id, inet.detik.com, omkumis.com